Joedhy’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Cintaku Masih Satu Aliran Darah Ayah !

Aku lahir di tengah keluarga yang tidak harmonis, dulu waktu aku masih kecil situasi di keluargaku sungguh sangat tidak menyenangkan. Sejak aku tahu yang namanya benar dan salah tentang kehidupan, ya kira kira kelas 5/6 SD saya sangat tidak nyaman di keluargaku. Di karenakan hampir disetiap harinya bapak dan ibu aku selalu berantem terus. Dan sampailah aku ke masa SMA & Kuliah yang sedikit melupakan masa-masa kecil yang suram. Aku agak beruntung diberi Tuhan wajah yang lumayan cakep untuk ukuran lelaki, jadi banyak cewek yang melirik waktu aku sedang jalan. Jadi masa-masa itu sunggh menyenangkan bagi kehidupanku. Sering banyak cewek yang main ke rumahku dan hanya untuk minta dibuatkan tugas menggambar atau yang lain seperti ngerjakan pr matematikanya. Oh ya aku hampir lupa aku termasuk cowok yang agak encer untuk berpikir jadi lumrah kalau banyak cewek yang suka. Tetapi aku orangnya diam dan banyak bicara, maka kalau belum kenal betul pasti takut untuk mendekati. Singkat cerita aku sudah mulai memasuki tahap kuliah dan aku sudah mulai pacaran yang agak serius. Aku menjalin pacaran yang sudah cukup serius dengan cewek yang agak pendek yang imut dan saya sangat menyukainya. Kami sering jalan bersama untuk menikmati masa berduaan yang menyenangkan. Dan aku sudah agak mulai berani pegang tangannya dan diapun sudah mulai agak tidak ada rasa malu sama aku. Suatu hari aku main ke kostnya dan hari itu aku masih ingat hari sabtu, nama cewekku itu “Tita”, waktu aku sampai di kostnya setelah mengetuk pintu Tita keluar dan menyuruhku untuk masuk ke dalam. Dan aku agak santai karena aku apelnya agak santai karena emang masih jam 5 sore masih tidak rawan di lihat sama tetangga kost. “Masuk aja mas, tidak ada temennya malah bisa jadi temen ngobrol” kata Tita sambil masuk ke kamar untuk ganti baju. Ya jawabku sambil aku masuk ke dalam, setelah aku bengong beberapa menit Tita keluar dari kamarnya sambil senyum manis. Kok lama sekali kata ku, ya mesti mosok ada pacarnya nggak pakai baju yang bersih sama rapiin rambut kata Tita sambil manja duduk di sebelahku. Aku berdesir sedikit karena dia hampir menyentuh pipiku karena begitu dekatnya dia menjatuhkan badanya di sofa. Kostnya Tita emang tidak ada bapak dan ibu kostnya, karena emang di kontrakkan untuk sepuluh Mahasiswa. Eh aku lapar kata Tita, kita maem diluar yok ! aku mengiyakan dengan anggukan kepala dan dia aku boncengkan untuk kita menikmati makan malam di luar. Di sepanjang jalan si Tita ngomong ke sana kemari sambil berpegangan erat di perutku, sambil sesekali aku rasakan bagian yang menonjol di dadanya menyentuh halus dan empuk di pungungku, akupun berdesir dibuatnya. Setelah makan Tita pun mengajak jalan-jalan deket kampus yang emang sering di jadikan nongkrong anak-anak Mahasiswa kami. Setelah memilih tempat yang nyaman aku dan tita duduk-duduk di atas montor dengan berhadapan. Akupun mulai memegang dia dengan agak kencang karena aku udah gregetan sama dia, kok gini sih mas kata Tita, aku gregetan sama kamu jawabku Oh jawab Tita sambil manja memandangku sambil menantang, Akupun balas memandangnya dan tidak aku sadari aku sudah menciumi Tita, pertama Tita menolak dan agak mendorong badanku sambil malu. Kenapa kataku, nggak apa-apa jawabnya agak sambil mau nangis. Kalau nggak mau nggak apa sambil aku elus rambutnya. Lama sekali kami diam dan setelah itu dia merasa bersalah dan ngomong sambil agak mau nangis, mas maafkan aku ya, soalnya aku belum pernah melakukannya kata Tita. Dengan rasa sayang aku dekap dia dari belakang dan aku berkata bahwa aku sangat sayang sama dia, dia semakin mempererat gengamannya padaku. Dengan pelan-pelan dan hati-hati aku cerita sama dia bahwa rasa sayang itu perlu di visualkan dengan berciuman dan lain-lainnya, diapun sudah berani lagi mendekatkan dirinya untuk aku peluk. Karena sudah agak malam akupun mengajak dia pulang ke kost, tetapi Tita menolaknya aku jadi bingung di buatnya. Setiap aku mengunci montor untuk menghidupkan di matikan, aku jadi sadar oh ternyata dia merasakan enaknya dikulum bibirnya. Dengan santai aku berdiri didepannya dan langsung aku kulum dengan perasaan yang sangat sensasional karena aku tahu dia belum pernah melakukan sebelumnya dengan cowok lain. Titapun hanya bisa mendesah dan agak panas tubuhnya aku rasakan, setelah puas bercumbu Tita pun langsung naik boncengan dan kami meluncur ke tempat kostnya. Ketika mau pamitan Tita jadi bingung karena nggak ada temen yang menemani di rumah itu, dengan ijin tetangga sebelah aku menemani dia tidur di kostnya walaupun di sofa luar. Pada tengah malam aku udah tidur Tita membangunkanku untuk mengantarkan selimut aku jadi kaget di buatnya. Aneh lagi dia bawa anduk untuk aku, katanya untuk persiapan mandi besuk pagi. Aku jadi tahu dia tidak bisa tidur karena aku ada dirumah itu, biasa cewek tidak mau terus terang berkata. Akupun mengikuti dia masuk ke kamar dia pun pura-pura kaget ketika aku ada disebelahnya tidur. Maka aku balikkan badannya dengan agak paksa dan aku bisikkan kata “pingin lagi ya”, Tita pun mengeliatkan badannya dengan manja sambil menggigit tanganku yang sudah hampir masuk ke payudarannya. Kamipun bercumbu dengan buasnya nggak terasa tanganku udah berada di dalam baju Tita, dia mengeliat-geliat ke enakan karena aku mulai menyusu di putingnya. Tanganku yang satunya lagi mulai masuk kedalam celana dalamnya Tita pertama berusaha menjauhkan miliknya terus tapi lama-lama dia tak kuasa menahan nikmatan isapan putingnya apalagi sambil kumasukkan jemariku ke dalam milinya dia semakin panas mulut dan seluruh badannya. Tita sudah hampir menyerahkan semuannya padaku tetapi untungnya aku sudah basah di celana semuannya. Setelah peristiwa itu waktu pulang kampung, aku ajak Tita ketemu sama orang Tuaku Tita sangat suka waktu di jalan, karena dia cerita macam-macam sama aku. Sampai di rumah udah malam Tita dan aku langsung tidur karena lelahnya dalam perjalanan yang memang jauh. Pagi harinya setelah mandi dan sarapan Ayah aku keluar dari kamar dan mau menemui Tita, dan Alangkah kagetnya Bapak dan Tita, ternyata mereka telah mengenal sebelumnya tak perlu saya ceritakan di sini begitu hancurnya aku dan Tita, karena kami tahu masih sedarah Thank.

Untuk Tita yang sampai saat ini masih aku sayangi !!

April 16, 2009 - Posted by | cerita 17 tahun, hiburan, sex | , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: